Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Sejarah Perkembangan 3G

Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System)
  2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT
  3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.

Salah Paham Terhadap 3G

Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum.

  1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
  2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).

Evolusi Menuju 3G

Jaringan Telepon Telekomunikasi selular telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010. Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.

Operator dan jaringan UMTS Pada tahun 2005, evolusi jaringan 3G sedang dijalankan untuk beberapa tahun dikarenakan kapasitas yang terbatas dari jaringan 2G yang ada. Jaringan 2G diciptakan dengan tujuan utama adalah data suara dan transmisi yang lambat. Dikarenakan cepatnya arus perubahan pada permintaan pengguna, kebutuhan akan nirkabel mereka tidak terpenuhi.

"2.5G" (Dan juga 2,75G) adalah teknologi seperti pelayanan data i-mode, telepon berkamera, pertukaran rangkaian data berkecepatan tinggi (atau disebut juga High-Speed Circuit-Switched Data atau disingkat HSCSD) dan Pelayanan paket radio umum (atau dikenal dengan General Packet Radio Service atau GPRS)diciptakan untuk menyediakan beberapa funsi utama seperti jaringan 3G, tapi tanpa transisi penuh ke jaringan 3G. Pelayanan-Pelayanan ini diciptakan untuk memperkenalkan kemungkinan dari penerapan teknologi nirkabel untuk pengguna dan penigkatan permintaan untuk pelayanan 3G.

Adobe Zoetrope Berselancar Ke Masa Lalu

Begitu banyak informasi tersedia di web yang dapat diakses hanya dengan beberapa klik, namun jika kita melihat jauh ke belakang, dulu keadaannya tidak semudah ini. Cerita dan tulisan blog mungkin diarsipkan, namun informasi lainnya biasanya hilang. Sebagai contoh, Anda tidak akan kesulitan mencari peringkat buku di Amazon hari ini, namun keadaan akan lebih sulit jika Anda mencari peringkat minggu lalu. Sebuah alat yang bernama Zoetrope didesain untuk menemukan informasi seperti itu, memungkinkan pengguna berselancar kembali ke masa lalu.

Proyek lainnya seperti Internet Archive sudah menyimpan riwayat dari sebuah situs. Namun Mira Dontcheva, seorang peneliti di Advanced Technologies Lab Adobe System yang mengembangkan Zoetrope mengatakan bahwa alat baru ini dirancang untuk memudahkan pencarian data masa lampau semacam ini. "Memiliki akses ke informasi masa lalu dapat membantu kita menulis cerita-cerita yang lebih menarik tentang apa yang terjadi di sekitar kita," kata Dontcheva.

Seorang pengguna dapat kembali ke masa lalu dengan menggunakan Zoetrope melalui beberapa cara. Cukup tarik scrollbar di bagian bawah browser untuk melihat layar situs tersebut satu hari, satu jam atau bahkan sebulan yang lalu. Atau jika pengguna tertarik untuk mencari informasi seperti harga dari produk tertentu, ia dapat menempatkan sebuah "lensa" di bagian halaman tertentu untuk melihat perubahan harga benda tersebut.

Seorang pengguna yang berpengalaman dapat melakukan analisa yang lebih mendalam. Sebagai contoh, jika diatur dengan benar, Zoetrope dapat mengidentifikasi pergerakan harga naik atau turun dan menunjukkan hasilnya pada sebuah grafik. Anda juga dapat menarik beberapa buah lensa pada situs yang berbeda dan mensinkronisasikannya untuk membandingkan dua kejadian masa lampau yang berbeda.

Lihatlah video di bawah ini untuk mempelajari Zoetrope secara lebih dalam.



Sebagai contoh, seorang pengguna dapat menggunakan satu lensa untuk memantau informasi cuaca dan lensa lainnya untuk memantau figur kehadiran penonton dalam sebuah bioskop. Dengan melihat kedua buah lensa terus berubah seiring berjalannya waktu, Anda dapat melihat korelasi antara cuaca dan tingkat okupansi bioskop.

Namun sistem ini masih terbatas, mengingat tidak banyak data yang tersedia. Untuk menguji alat ini, peneliti memilih 1.000 situs yang paling sering diperbaharui dan menyimpan informasi yang ditangkap setiap satu hingga empat jam.

Menggunakan Zoetrope untuk meliput seluruh web membutuhkan data, kata Eytan Adar, seorang siswa PhD di University of Washington yang juga terlibat dalam penelitian tersebut. Ia telah meneliti seringnya pengguna akan memeriksa sebuah situs untuk mendapatkan update baru untuk menentukan seberapa seringnya Zoetrope mengumpulkan data dari berbagai situs web untuk mengurangi data yang perlu disimpan.

Kris Carpenter yang bertanggung jawab mengarsipkan halaman web di Internet Archive sangat antusias dengan alat baru ini. "Ini merupakan lompatan besar," katanya sembari menambahkan bahwa Zoetrope dapat digunakan sebagai aplikasi tersendiri atau sebagai bagian dari sebuah browser. Carpenter juga mengatakan bahwa Internet Archive sangat tertarik untuk berbagi data dengan peneliti Zoetrope.

Dontcheva dari Adobe mengatakan sebelum Zoetrope dirilis, timnya berusaha mengembangkan fitur tambahan untuk memungkinkan penggunaan yang lebih mudah dan kuat. "layarnya juga masih terus berevolusi," kata Dontcheva.

Klik di sini untuk sumber artikel.

Virus Facebook Membuat Kemanan Jarirang Sosial Tak Terjamin

virus Koobface"Koobface" adalah nama dari Trojan yang belakangan ini menyerang Facebook yang juga disebut beberapa orang sebagai virus Facebook. Namun tampaknya sebutan tersebut harus segera diganti karena worm tersebut kini sudah menyebar di luar Facebook untuk menyerang situs jejaring sosial seperti Bebo, MySpace, Friendster, MyYearbook, dan Blackplanet.

Mengenai Koobface

Sekali sebuah komputer terinfeksi Koobface, ia akan mulai menyebar mengirimkan pesan kepada pengguna yang ada dalam daftar teman Anda. Komentar tersebut datang dari pengguna yang terinfeksi dengan pesan-pesan seperti: "Are you sure this is your first acting experience?", "impressive. I'm sure it's you on this video", "How can anyone get so busted by a spy camera?" dan "You're the whole show! i'm admired with you." Biasanya mereka meminta Anda untuk mengklik link yang sudah mereka sediakan.

Link tersebut biasanya membawa Anda pada sebuah situs yang seolah-olah menawarkan sebuah download video dari "YouTube," namun kemudian mengatakan Anda memerlukan instalasi versi baru dari Adobe Flash Player untuk dapat melanjutkan. Tentu saja, jika Anda mengklik tombol, Anda akan segera terinfeksi. Pengguna yang terinfeksi kemudian diarahkan pada situs yang penuh malware saat mereka menggunakan mesin pencari.

Situs Jejaring Sosial Akan Menjadi Wadah Pembiakan Baru bagi Virus

Koobface mungkin bukan merupakan malware pertama yang menyerang situs jejaring sosial, namun ia telah menyebar begitu luas, bahkan kini telah menjadi 1 persen dari seluruh malware yang diblokir ScanSafe, kata peneliti ScanSafe Mary Landesman.

Yang lebih mengerikan dari penyebaran Trojan ini bukanlah worm itu sendiri, namun caranya menyebar. Selama bertahun-tahun orang-orang telah belajar bagaimana mencurigai sebuah pautan (link) atau attachment dalam email mencurigakan, sheingga si pencipta virus coba melakukan serangan lain: melalui situs jejaring sosial. Di sini, para pengguna masih merasa nyaman dan aman.

Menurut Graham Vluely, konsultan teknologi senior dari Sophos," faktor penentu yang membantu spam menyebar di situs jejarng sosial adalah karena para pengguna akan membuka pesan yang mereka terima dari seseorang yang mereka kenal. Rata-rata pengguna akan berhati-hati saat menerima pesan di Inbox mereka, namun lebih percaya jika pesan tersebut datang dari Facebook.

Pesan disini cukup jelas -- para pengguna perlu berhati-hati." Cluely mengatakan bahwa situasi akan bertambah buruk tahun depan. Akan ada lebih banyak serangan dan mereka akan semakin canggih.



sumber